Mencengangkan!!!!

Rasanya diri ini ingin menangis melihat kelakuan para aktivis [?]
Foto berduan bermesraan dan dengan bangga menunjukkannya dimuka umum
Terlalu tipiskah Iman atau memang tiada lagi rasa malu
Mana hijabmu? Mana malumu?
Seakan dunia ini tak akan pernah berakhir sehingga terlalu sempit berpikir

Semua ilmu yang kau dapat tak mampu membuat taubat?
Bahkan semakin menista….seakan menantang dunia bahwa kau mampu menaklukannya
Heeiiiiiiiiiii……….siapa yang paling Gagah di jagat ini?
Kau?
Aku?
Mereka?
Siapa?

Bukan,,,,bukan kita, kamu, aku atau mereka
Tapi Dia…
Allah Subhanahu Wata’ala
Pemilik alam semesta

Heiii, kau masih tak percaya?
Silakan saja bersikap karena semua kan ada pertanggungjawabannya di akhirat kelak..

Bagimu wahai para pemuda, Rasulullah pernah bersabda:

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi tameng baginya”. [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud]

Jika merasa beriman maka ia tak akan mungkin membangkang dari perkataan kekasihNya, kekasih Allah yang amat mulia Senyum manis

Wallahu a’lam….

*the motivation to me and my lovely friends in the dakwah way cos Allah*
At my inspiration’s place, 18 April 2009

Assalamuaikum…

Duh, punten pisan ini blog lama gak ditengok-tengok :D sekarang dah punya blog di MP jadi nengoknya ke MP mulu, kalo kangen tulisanku silakan ke MP ku ajah ^_^

http://muslimahunited.multiply.com/

Susahnya Minta Maaf

Mungkin bagi kalian yang hatinya pernah terluka, pernah merasa menderita, atau pernah merasa tersayat karena perbuatan seorang manusia begitu sulit untuk memberikan maaf. Kata maaf mungkin tidak cukup untuk mengembalikan hatimu yang sudah terlanjur terbakar oleh amarah. Ya.. saya sangat paham keadaan itu…

Saat ada orang yang melakukan kesalahan pada kita hati kita langsung terasa sakit, padahal mungkin saudara kita itu hanya becanda tapi entah kenapa mungkin suasana hati kita saat itu sedang tidak baik akhirnya kita marah, itu perasaan yang wajar alias fitrah. Tapi ketika marah kita melebihi dari 3 hari maka itu tidak halal dalam Islam. Sesuai dengan hadist dibawah ini:

"Dan tidak halal bagi seorang Muslim itu meninggalkan ( tidak bertegur sapa kerana pergaduhan) saudara seIslamnya lebih dari 3 hari" ( Riwayat Al-Bukhari, 5/2253)

Kenapa 3 hari?, inilah sifat fitrah dalam kerana Islam. Walaupun Nabi SAW pernah menasihatkan agar jangan marah dalam sabdanya :

"Ditanya kepada Rasulullah SAW : Apakah yang menjauhkan aku dari kemurkaan Allah SWT , jawab Nabi : Janganlah kamu marah"  ( Riwayat   Ahmad, 2/175)

"Diharamkan tidak bertegur sapa di antara Muslimin ( yang disebabkan punca pergaduhan dunia) lebih dari 3 hari secara jelas dari Nas hadith, dan secara mafhumnya difahami harus untuk melakukan itu (jika perlu) selama 3 hari, dan sesungguhnya dimaafkan sifat demikian kerana manusia sentiasa terbawa-bawa sifat marah" ( Syarah Sohih Muslim, 16/117)

Hm… kadang emang sulit memanajeman hati kita agar tidak marah, karena marah itu fitrah manusia Senyum manis namun Islam menyarankan agar tidak melebihi dari 3 hari Senyum manis

Semarah-marahnya kita harus punya kelegaan hati untuk memaafkan saudara kita yang telah berbuat salah pada kita walau terasa sulit. Itulah ajaran Islam yang begitu indah dan agung Senyum manis Bagaimana mungkin kita hendak melanggarnya bukan?

Atau coba pikirkan bila kita yang bersalah mungkin kita sangat berharap saudara kita itu mau memaafkan kita bukan? So, janganlah pelit untuk memberikan maaf kepada siapa saja yang bersalah pada kita Senyum manis dan janganlah malu untuk meminta maaf karena akhlak itu lebih mulia di mata Allah SWT.

Semoga kita semua terhindar dari sifat dengki dan amarah. Amin Senyum manis

Special Thanks: for all my frend, so sory if i always make you angry  Gubraks! thanks for your pardon to me  Senyum manis

Bosen

Hmmm,,,,

udah bosen nih, ngeNet mulu %peace%

Sulitkah Menjaga Hati??

Hm,,,

melihat fenomena2 sekarang ini banyak sekali aktivis2 dakwah yang "nyemplung" ke masalah begituan (pacaran-red) atau hanya sekedar HTS an

apakah begitu sulit untuk menjaga hati??

Jangan Menungguku ^_^

Kamu tahu kan pekerjaan apa yang paling membosankan?

Yup, menunggu!!!

hm,,,ketika aku mulai menghilangkan rasa cinta ku pada seseorang tiba2 hadir seseorang yang mengajakku untuk menggenapkan setengah Dienku,,,

Saat itu aku memang sudah tak merasakan cinta lagi pada lawan jenisku,,,tapi tawaran yang datang itu membuatku bingung!

Aku tak tega menolaknya, tapi akupun belum bisa menerimanya saat ini,,,

Karena setelah berbincang-bincang dengan ibuku ternyata beliau belum mengijinkan ku untuk ke arah situ,,,

beliau ingin aku menyelesaikan kuliahku dulu,,,

Aku pun setuju dengan pendapat ibuku itu, karena aku juga belum mau diganggu dulu karena aku sadar, jadwal kuliahku sangat berat sehingga membutuhkan keseriusan yang amat sangat,,,

aku sudah bilang ke dia baik2, dan Alhamdulillah dia mau mengerti,,,

kamu harus tahu, aku bukan bermaksud untuk menolakmu kawan, tapi keadaanku lah yang membuat aku belum bisa menerimamu,,,

Dan aku harap jangan lah kamu menungguku, karena Allah maha tahu apa yang terbaik untuk kita,,,,

Lakukanlah hal2 yang bermanfaat daripada menunggu ketidakjelasan, karena aku juga tidak bisa menjanjikan setelah lulus aku akan menikah dengan siapa? karena aku sendiri tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi nanti, biarlah Allah yang mengatur semuanya,,

Saranku untukmu, lakukanlah apa yang sedang kamu lakukan sekarang (bisnismu itu) raihlah cita2 mu yang kamu impikan itu,,,,gapailah semuanya sebelum bidadarimu datang,,,,,

Kita masih tetep berteman kan?

aku yakin kamu orang yang gigih,,,,

semenjak kemarin aku mengenalmu lebih dekat aku mulai sedikit kagum padamu,,,kagum akan kerja kerasmu,,,,kagum akan impian2mu,,,dan kagum akan kegigihanmu,,,

teruslah berjuang kawan, kau pasti akan mendapatkan yang terbaik dari-Nya,,,

percayalah!!!!

Keep Fighting every moment, Cos Allah always with Us

^_^

Kenapa Baru Sadar??

Kenapa kita baru sadar kalo seseorang itu sangat berarti buat kita disaat orang itu telah tiada?????????????????????

Tiada guna lagi, Frend!!!!!!!!!!!!!!!!

Sedih memang saat seseorang yang kita sayangi itu pergi sebelum dia tahu perasaan kita yang sebenarnya padanya,,,,

But, itulah takdir yang sudah Allah tentukan untuk kita semua,,,kita harus menerimanya dengan lapang dada dan mengikhlaskan dia,,,

Sedih???

Untuk apa? Toh, dia telah pergi,,,,

Semoga Allah memberikan tempat terbaik di Sisi-Nya buat orang-orang yang kita sayangi,,,,

Keasyikan He…

Hm…

Blog ku yang ini udah lama banget yah gak di edit2….

Karena aku lagi keasyikan bikin blog baru di multiply http://muslimahunited.multiply.com hehe,,,,

Aku juga bikin blog baru lagi di

http://blog.myquran.org/rennyasdiati

aku tuh emang seneng banget bikin blog hehe meskipun blog ny juga gak bagus2 amat,,,

hehe,,,

Untuk Calon Istriku

Assalammu’alaikum Wr… Wb…
Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?

Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang ‘istimewa’
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari ‘dunia lain’ masuk ke jiwa

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ’sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada ‘kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah…saat itu pasti ‘kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…

Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…
 
Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau ‘kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi
Akulah orang yang ‘kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‘kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‘kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‘kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki

Ya Allah…
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

Ya Allah…
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin…

http://myquran.org/forum/index.php/topic,14859.0.html

Impian dan Layang-layang?

Layang-layang, semua orang yang pernah memainkan permainan ini pasti tahu. Sebuah permainan yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan keyakinan. Kenapa? Karena untuk bisa menerbangkan layang-layang dibutuhkan kesabaran yang luar biasa dan keyakinan yang kuat agar layang-layang kita bisa terbang tinggi menjulang di langit.

Sadarkah kamu bahwa impian hidup kita itu bagaikan sebuah layang-layang? Jika kita ingin impian kita itu tinggi menjulang di langit maka kita harus berusaha untuk meninggikan impian kita itu. Bila kita saja tidak yakin dengan impian kita, misalnya kita takut bermimpi terlalu tinggi maka hasilnya adalah kamu tidak akan dapat menaikkan mimpimu itu. Namun bila kamu sudah punya cukup keberanian dan keyakinan untuk meninggikan impianmu itu maka yang harus kamu lakukan adalah berusaha untuk menaikkannya. Dengan modal kesabaran dan keyakinan tadi kita bisa membuat mimpi kita menjulang tinggi di langit, artinya kita berhasil meninggikan impian kita itu.

           Menaikkan sebuah layang-layang agar dapat terbang tinggi di langit bukanlah hal yang mudah. Pasti akan terbesit rasa lelah dan putus asa. Namun, bila kita telah berhasil menaikkannya apa yang akan kita rasakan? Ya…kepuasan yang luar biasa serta kebanggaan terhadap diri kita pun bertambah.

            Begitu pula dalam meraih impian-impian kita. Rasa lelah dan putus asa pasti akan sering mampir dalam kehidupan kita, menggoyahkan keyakinan kita untuk mundur saja dalam permainan duniawi ini lalu kita akan menjadi orang yang pasif, pesimis dan tidak berfikir kritis. Jadilah kita menjadi seorang makhluk yang berada dalam barisan paling belakang. Tersingkir dari barisan-barisan unggulan yang selalu jadi rebutan setiap insan yang memang sangat antusias dengan yang namanya sebuah ‘kesuksesan’

            Hendak begitukah dirimu? Saya yakin anda orang-orang yang sangat cerdas dalam menata kehidupan anda dan saya juga sangat yakin kalau anda adalah seorang hamba Allah yang selalu yakin akan kemampuan yang anda miliki untuk bersaing di dunia yang semakin tua ini.

            So, mari kita sama-sama menaikkan impian-impian yang kita punya dengan usaha dan doa serta seonggok kesabaran dalam jiwa. Lalu tersenyumlah dengan hasil yang kita peroleh nanti. Dengan senyum penuh kemenangan.

Salam Semangat selalu dari saya